Get Adobe Flash player
My Profile
Polling
Statistik User
7218328
Pengunjung hari ini : 818
Total pengunjung : 1004253
Hits hari ini : 2198
Pengunjung Online : 6
Banner
Shoutbox


Nama :
Website :
Pesan :

Sekilas Info
  • - Pendaftaran PPDB Gelombang 2 Mulai 1 April - 29 Mei 2017

  • - Hotline PPDB : 031-99890253

  • - Pendaftaran PPDB Gelombang 1 Mulai 1 Januari - 31 Maret 2017

Diposting tanggal: 08 Oktober 2015

Kemajuan eknologi yang dibarengi arus globalisasi dewasa ini membuat pendidikan begitu udah untuk dimodernisasi. Begitu banyak kecanggihan itu dirasa memudahkan masyarakat untuk mengakses ilmu dan teori-teori pendidikan, tidak kala penting, segala yang berkaitan dengan persiapan menyongsong persaingan internasional disiapkan olehlembaga-lembaga pendidikan guna peserta didikmereka mampu dan bisa menyesuaikan
diri dengan perkembangan zaman yang ada.

Masyarakat semakin sadar tentang pentang tantangan zaman yang ada,hingga banyak orang tua yang tidak bisa “tidur” dengan adanya modernisasi, satu sisi gelisah anaknya yang tidak bisa menyambut kecanggihan teknologi dan sisi yang lain khawatir akan efek negatid yang ditimbulkan arus globalisasi yang disinyalir menimbulkan degradasi moral dan kepunahan tradisi mereka sebagai bangsa timur.

Ketika banyak sekolah dasar berkampanye tentang internasionalisasi pendidikan, baik di lini konsep,ideologi dan bahkan fasilitas dalam menyongsong arus globalisasi, justru dalam perenungannya Pesantren Modern al-Amanah melalui anak lembaganya SD Antawirya, Islamic Javanese School justru menyimpulkan satu kesimpulan yang berbeda bahwa dalam pendidikan dasar justrunilai-nilai dan kearifan budaya lokal beserta filosofinya menjadi
penting untuk ditanamkan di dalam sanubari anak bangsa ini sebelum mereka lebih jauh mengenal budaya dan nilai orang (baca:bangsa) lain, Hal ini diyakini karena sungguh betapapun mereka pandai bersaing di kancah internasional, mereka masih anak indonesia(baca:jawa), lahir di indonesia, danmeminum air indonesia.

Melalui lembaga ini diharapkan masyarakat dan anak-anak secara khusus bisa kembali menyadari akan pentingnya mengenal budaya dan kearifan leluhur yang sangat syarat dengan nilai-nilai islam. menajqdikan islam sebagai sumber inspirasi dan jawa sebagai filosofi untuk berkontribuso dalam pembangunan
idonesia yang dicintai